Bea Cukai Denpasar Musnahkan Barang Ilegal Senilai Miliaran Termasuk Sex Toys, Ternyata Ini Asalnya

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Bea Cukai Denpasar memusnahkan ribuan barang-barang ilegal ditaksir senilai Rp 3,6 Miliar di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Denpasar, Jalan Tukad Badung, Denpasar, Bali, Rabu (20/12/2017) pagi tadi.

Barang-barang ilegal yang dimusnahkan seperti sekitar 3 juta rokok ilegal, 447 botol minuman beralkohol, air softgun, pedang, alat kontrasepsi, alat bantu seks (sex toys) dan barang ilegal lainnya.

Secara keseluruhan, barang yang di sita nantinya akan dimusnahkan di TPA Suwung.

Kepala Kantor KPPBC Denpasar, Abdul Kharis mengatakan penindakan sejumlah barang itu berdasarkan dari penindakan melalui kegiatan operasi pasar dan pencegahan di Kantor Pos Renon serta di Pelabuhan Benoa.

“Kebanyakan barang ini dari Jawa Timur kemudian kita melakukan penindakan di beberapa tempat, kami tidak tahu persis apakah Bali menjadi tempat akhir atau merupakan tempat transit,” terangnya.

“Barang seperti rokok dari Indonesia, kalau barang seperti sex toys kita lakukan penegahan di Kantor Pos Renon,” jelasnya.

Dia menambahkan keseluruhan barang adalah hasil penindakan Bea Cukai Denpasar periode 2015 hingga 2017.

Pelanggaran ketentuan perundang-undangan ini menimbulkan kehilangan potensi penerimaan negara sekitar Rp 1,5 miliar. (*)

Sumber: http://bali.tribunnews.com/2017/12/20/bea-cukai-denpasar-musnahkan-barang-ilegal-senilai-miliaran-termasuk-sex-toys-ternyata-ini-asalnya

 

Dalam rangka meningkatkan kompetensi, pekerja di bidang ekspor impor dan logistik wajib memiliki Sertifikat Kompetensi di bidang Ekspor Impor dan Kepabeanan. Sertifikat Kompetensi diperoleh dengan cara mengikuti Kursus Ekspor Impor dan Pelatihan Ahli Kepabeanan (PPJK) dalam rangka Ujian Sertifikasi Ahlli Kepabeanan (PPJK)  yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan c.q. Pusdiklat Bea dan Cukai. Informasi Kursus Ekspor Impor dan Pelatihan Ahli Kepabeanan (PPJK) dapat menghubungi: (021) 2279 2892 (Adeng)

LEAVE A COMMENT