Bea Cukai Maluku Musnahkan Ribuan Rokok dan Miras Ilegal

Ambon, Gatra.com – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Wilayah Maluku memusnahkan 1.100 bungkus rokok ilegal dan 310 botol minuman keras (miras) ilegal, bertempat di Kantor Bea Cukai, Kawasan Pelabuhan Ambon, Rabu (20/12).

Menurut  Kepala Kantor Bea Cukai Ambon Finari Manan, ada sekitar 20 kasus hasil penindakan Kanwil DJBC Maluku dan 3 Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) di lingkungan Kanwil DJBC Maluku.

Manan katakan, barang tersebut telah ditetapkan sebagai barang milik negara tahun 2017 dengan perkiraan nilai barang sekitar Rp. 358.765.000, dengan potensi kerugian negara sebesar Rp  157.947.270.

“Barang milik negara eks kepabeanan dan cukai yang dimusnahkan tersebut, merupakan hasil penindakan Kanwil DJBC Maluku dan tiga (3) KPPBC di Lingkungan Kanwil DJBC Maluku,” ujar Manan.

Maksud dia, tiga Kantor KPPBC di Wilayah Maluku yang melakukan kegiatan operasi penindakan tersebut, yakni KPPBC Tipe Madya Pabean (TMP) C Ternate, KPPBC TMP C Ambon, dan KPPBC TMP Tual.

“Kegiatan ini merupakan bentuk pelaksanaan salah satu fungsi Bea Cukai, yakni memberikan perlindungan dari masuknya barang-barang yang dapat membahayakan masyarakat,” ujarnya Manan.

Dia menambahkan, dasar hukum pemusnahan barang tersebut adalah PMK 240/PMK.06/2012 tentang tata cara pengelolaan barang milik negara yang berasal dari Eks Kepabeanan dan Cukai dan PMK 39/PMK.04/2014 tentang tata cara penyelesaian barang kena Cukai dan barang-barang lain yang dirampas untuk negara atau dikuasai negara.

Pemusnahan barang ilegal ini dilakukan secara simbolis oleh Kepala Kantor Bea Cukai Ambon Finari Manan, Kapolres Pulau Ambon Sutrisno Hady, Dandim 1504 Ambon, Letkol Inf Roynald Sumendap, pejabat PT. Pelindo IV (Persero) Cabang Ambon, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Sumber: https://www.gatra.com/nusantara/maluku-papua/300564-bea-cukai-maluku-musnahkan-ribuan-rokok-dan-miras-ilegal

 

Dalam rangka meningkatkan kompetensi, pekerja di bidang ekspor impor dan logistik wajib memiliki Sertifikat Kompetensi di bidang Ekspor Impor dan Kepabeanan. Sertifikat Kompetensi diperoleh dengan cara mengikuti Kursus Ekspor Impor dan Pelatihan Ahli Kepabeanan (PPJK) dalam rangka Ujian Sertifikasi Ahlli Kepabeanan (PPJK)  yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan c.q. Pusdiklat Bea dan Cukai. Informasi Kursus Ekspor Impor dan Pelatihan Ahli Kepabeanan (PPJK) dapat menghubungi: (021) 2279 2892 (Adeng)

LEAVE A COMMENT